Dikesempatan yang sama, Muhammad Arif, menyoroti pentingnya kolaborasi dan pemerataan digitalisasi. “Tantangan kita ke depan adalah meningkatkan kualitas internet secara merata. Internet service provider (ISP) adalah ujung tombak pemerataan digital, dan sekaranglah waktunya untuk mempercepat kolaborasi melalui infrasharing antara penyelenggara, pemerintah, dan seluruh ekosistem,” katanya.
Hendra Suryakusuma menambahkan, menyebut momentum ini penting bagi industri data center. “Dengan ledakan data akibat transformasi digital, kebutuhan terhadap data center menjadi sangat vital. DCTI-CX mencerminkan pergeseran peran data center, dari sekadar infrastruktur pendukung menjadi jantung dari seluruh proses digitalisasi,” katanya.
Sementara itu, Sarwoto Atmosutarno, selaku Ketua Umum MASTEL, menyampaikan optimisme terhadap skala dan dampak acara tahun ini.
“Antusiasme yang tinggi tercermin dari lebih 12.000 profesional yang telah mendaftar, 300 lebih pembicara dari dalam dan luar negeri, serta dukungan dari lebih dari 30 asosiasi. Kami berharap DTI-CX 2025 menjadi wadah lahirnya solusi, kolaborasi, dan arah transformasi digital nasional ke depan,” katanya.
