“Kronologinya memang ada kegiatan pemindahan bahan metanol dari tangki 30 ke tangki 29 dari 40 sekian tangki. Sudah maksimum, namun tidak habis atau masih ada sisa. Sisa ini dikeluarkan secara manual tapi ternyata selang tidak mencapai titik kedalaman,” kata Rahmatullah.
Akibat permasalahan tersebut, korban pun masuk ke dalam tangki agar selang bisa dipastikan mencapai titik dasar demi mengeluarkan sisa cairan metanol yang tersisa.
“Akhirnya, masuklah korban untuk memastikan selang ini sampai dasar,” lanjutnya.
Sayangnya, korban terjebak di dalam tangki tersebut akibat tidak bisa keluar. Ia juga pingsan diduga akibat terlalu banyak menghirup metanol.
“Pada saat selang itu ke dalam, ternyata korban tidak bisa keluar dan langsung kondisi pingsan dari temannya. Kondisi korban terpapar sehingga korban kehabisan energi dan jatuh pingsan,” jelasnya.
Rekan korban juga sempat berupaya untuk mengevakuasi korban dari dalam tangki metanol, namun tak membuahkan hasil.
“Teman korban sempat menolong, namun tidak bisa karena kondisinya memang sudah terpapar (metanol) semua. Jadi sangat menyengat,” tutupnya. (bam)
