Karena itulah Namit sering mengalami sakit pinggang. Pada saat itu Namit masih menyepelekan sakit pinggangnya dan menggangap itu hanyalah pegal-pegal biasa saja.
Sementara istrinya khawatir dengan sakit pinggang Namit karena tak kunjung hilang. Karena itu, memaksanya mendatangi puskemas. Lalu, puskemas memberikan rujukan ke rumah sakit untuk di tangani lebih lanjut dan terdeteksilah batu ginjal.
Namun, pada saat itu batu ginjal masih kecil dan ia diberikan obat serta treatment laser untuk menghilangkan batu ginjalnya.
Setelah treatment laser tersebut sakit pinggang tidak terasa lagi sampai 1 tahun kemudian, sakit pinggang terasa lagi.
Dipicu gaya hidup Namit masih sama seperti dulu dan terlebih lagi ia jarang memeriksakan dirinya ke dokter lantaran malas untuk minum obat. Lalu, pada saat Namit buang air kecil ternyata air seninya berwarna merah seperti darah.
Tidak lama setelah buang air kecil, Namit mengalami sakit pinggang yang dahsyat. Sehingga dirinya tidak bisa berdiri tegak. Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit sehingga batu ginjal sudah membesar dan menempati di kedua ginjalnya.
