“Saya akhirnya dirawat di rumah sakit, sehari kemudian dari hasil diagnosa dokter, saya langsung menjalani tindakan operasi pada ginjal bagian kiri, disitu prosesnya berjalan lancar dan hanya memakan waktu kurang lebih tiga hari untuk perawatan setelah operasi,” paparnya.
“Tapi untuk ginjal bagian kanan saya harus di rujuk ke rumah sakit besar di Jakarta Pusat. Dan prosesnya juga lancar walaupun saya harus memakai selang diginjal, saya tidak merasakan kesulitan sama sekali, malah sebaliknya saya sangat dibantu oleh petugas dan dokter di sana, mereka bersikap profesional tanpa memandang status kepesertaan pasiennya, terlebih lagi semua biayanya juga gratis,” kata Namit.
Dari situlah Namit harus mengalami operasi besar 2 kali bahkan sampai harus dipasang selang di ginjalnya untuk menghancurkan batunya. Pada saat itu ia diperingati oleh dokter karena jika telat sedikit saja tidak di operasi bisa menyebabkan gagal ginjal dan harus cuci darah.
“Saya merasa beruntung waktu itu dari awal berobat sudah menggunakan BPJS Kesehatan, jadi biayanya sudah ditanggung penuh, saya cukup mengeluarkan ongkos pergi dan pulang saja. Ngga terbayang kalau semuanya harus dibayar dengan uang pribadi, pasti jadi mahal banget dan bisa-bisa tidak terbayar itu pengobatan. Oleh karena itu penting banget kita jadi peserta biar ada perlindungan finansial,” sambungnya.
