Saat mengunjungi Puskesmas Kota Ternate akhir Juli kemarin, ia menekankan pentingnya deteksi aktif (_active case finding_) sebagai langkah preventif dalam pengendalian TBC.
“Dari 49 orang yang dilakukan X Yay, ditemukan 3 kasus TBC. Bayangkan jika tidak terdeteksi—mereka bisa menularkan ke sekelilingnya,” ujarnya.
Wamenkes juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pencegahan penularan di tingkat keluarga, mengingat banyak anggota keluarga yang tidak menyadari risiko penularan TBC dari satu orang ke yang lain.
“Kita ingin memutus mata rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan terdekat,” jelasnya.
Kegiatan skrining TBC gratis ini merupakan bagian dari program mendukung pelaksanaan Program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam transformasi layanan kesehatan, serta pengabdian masyarakat FKUI.
Upaya percepatan penanganan TBC akan difokuskan di wilayah endemis, termasuk Maluku Utara. Prof. Dante menegaskan bahwa penguatan deteksi dan pengobatan di daerah seperti Ternate menjadi prioritas.
