Ucap ketuapanitia sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), diduga pasukan pengibar bendera tersebut merasa gugup. Namun, Paskibraka ini dalam kondisi siap untuk melaksanakan tugasnya.
“Hampir terbalik karena mungkin gugup yang pengibar benderanya. Kesiapan tidak (kurang), karena dilakukan selama 2 minggu yang dilakukan oleh TNI-Polri,” ungkapnya.
Meski demikian, Welen memastikan pelaksanaan upacara HUT RI ke 80 di Kabupaten Mamasa berjalan dengan baik dan insiden tersebut menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak.
“Saya kira ini adalah pelajaran berharga untuk Kabupaten Mamasa ke depan,” ujarnya.(Vinolla)
