“Kami menyadari di awal ada beberapa kendala karena membludaknya peserta Olimpiade ketimbang tahun kemarin. Namun sudah langsung diantisipasi dan dilakukan beberapa mitigasi dalam pelaksanaan OMI. Kami juga kami juga langsung koordinasi teknis kepada seluruh proktor di kabupaten/kota untuk melakukan mitigasi demi meminimalisir resiko pada saat pelaksanaan CBT. Dan kami menyiapkan Help Deks secara riil time selama pelaksanaan OMI,” papar Solla.
Alumni Madrasah MAPK/MAK TBS Kudus ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama pimpinan Ditjen Pendis yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan CBT OMI Bidang Sains tingkat kabupaten/kota ini. “OMI adalah holdingnya semua perlombaan murid madrasah, untuk tahun ini baru dua bidang yang dilombakan yaitu Bidang Sains dan Riset. Untuk bidang Sains sifatnya inklusif, terbuka dan bisa diikuti seluruh siswa sekolah, bukan hanya madrasah,” pungkasnya. (ahmad)
