“Sedangkan pelaksanaan OMI mencapai 4.678 titik lokasi yang tersebar pada masing-masing kabupaten/kota,” sambung Direktur.
Menurut Nyayu Khodijah yang juga mantan Rektor UIN Raden Fatah Pelembang, pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota secara umum berjalan lancar dan baik. Partisipasi peserta pada sessi pertama dan kedua CBT mencapai 97 persen. Ini tidak terlepas dari persiapan Tim IT Kesiswaan, baik software maupun hardware.
Nyayu Khodijah berharap sukses di tingkat kabupaten/kota dapat dijaga bahkan ditingkatkan pada OMI level provinsi maupun nasional. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan persiapan matang dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pusat Prestasi Nasional Kemdikbuddasmen.
“Koordinasi dengan berbagai pihak untuk pelaksanaan OMI, tentunya harus dipersiapkan lebih matang dan dengan sebaik mungkin. Kami targetkan harus mendapat Kurasi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresna),” tukas Nyayu yang juga Guru Besar Psikologi Pendidikan.
Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Solla Taufiq selaku leading sector pelaksanaan OMI menjelaskan, bahwa OMI Bidang Sain 2025 dilaksanakan dengan persiapan matang. Sebelumnya sudah dilaksanakan ujicoba CBT di seluruh titik lokasi untuk memastikan kesiapan jaringan dan kemampuan server yang telah disiapkan jauh hari.
