Sudah menjadi sifat banjir perbukitan maupun pegunungan, seperti yang terjadi di Mauponggo.
“Air sungai semula jernih dapat menjadi keruh dan menggelora dalam waktu singkat, terlebih jika wilayah hulu sungai dapat pasokan air dalam jumlah sangat besar akibat hujan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama,” jelasnya.
Bencana banjir bandang juga sangat berpotensi terjadi apabila vegetasi di wilayah hulu dan lereng perbukitan mengalami kerusakan.
Di sisi lain, Kecamatan Mauponggo secara geografis berada di wilayah pesisir bagian selatan Kabupaten Nagekeo, memiliki kontur pegunungan-perbukitan di bagian utara, juga menjadi daerah hulu sungai. Secara demografis, permukiman warga Mauponggo lebih banyak berada di lereng, jalur aliran sungai hingga pesisir menghadap langsung laut Sawu.
Kondisi tersebut harus mendapat perhatian dari masyarakatnya sendiri maupun pemerintah daerah. Bahwa mitigasi bencana banjir bandang mulai dari bagaimana upaya menahan material di hulu. Pengaturan aliran air agar tidak mendadak besar dan melindungi masyarakat di hilir melalui sistem peringatan dini serta pengelolaan tata ruang menjadi hal tidak boleh diabaikan.
