Tak hanya di ruang kelas, video Yel-Yel Tepuk Sakinah juga mulai ramai diunggah ke media sosial. Banyak warganet menilai tren ini sebagai cara kreatif KUA mendekatkan diri ke generasi muda, sekaligus menyebarkan pesan edukatif soal keluarga sakinah.
Beberapa akun bahkan menyebut Yel-Yel Tepuk Sakinah sebagai “tepuk motivasi” ala KUA yang menyejukkan dan penuh inspirasi.
Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam juga mendukung inisiatif ini. Yel-Yel Tepuk Sakinah dianggap sebagai terobosan untuk menjadikan edukasi keluarga terasa ringan dan menyenangkan, tanpa mengurangi esensi pembelajaran.
“Edukasi keluarga tidak harus selalu serius. Dengan sentuhan kreatif seperti yel-yel, pesan sakinah mawaddah wa rahmah bisa lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda,” ujar Ditjen Bimas Islam.
Tren ini diharapkan bisa terus dikembangkan, bahkan menjadi bagian dari kampanye nasional membangun keluarga sakinah. Dengan kemasan yang sederhana namun sarat makna, Yel-Yel Tepuk Sakinah menjadi contoh bahwa edukasi bisa hadir dengan cara yang segar, menyenangkan, sekaligus membumi.(Vinolla)
