Sementara itu, Veni, peserta lainnya, ia mengaku sempat bingung terkait aturan aktivasi anak berusia di atas 21 tahun, namun melalui BPJS Keliling semua penjelasan menjadi jelas.
“Saya bisa langsung bertanya dan mendapat jawaban yang detail. Informasi yang saya terima di sini membuat saya tidak salah langkah. Jadi, saya merasa lebih tenang,” ungkap Veni.
BPJS Keliling bukan hanya menyederhanakan administrasi, tetapi juga menghadirkan edukasi yang dibutuhkan masyarakat. Dengan cara ini, peserta lebih memahami aturan, hak, serta kewajiban mereka dalam program JKN. Lebih jauh, kegiatan di Caraka Loka ini memperlihatkan bagaimana pendekatan pelayanan yang dekat dan humanis mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dukungan langsung dari petugas lapangan menjadi kunci agar masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani secara setara.
Tidak hanya memudahkan urusan, BPJS Keliling juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kanal digital BPJS Kesehatan. Melalui WA Pandawa, peserta bisa melakukan permintaan layanan tanpa tatap muka, sedangkan aplikasi Mobile JKN menyediakan akses mandiri yang fleksibel kapan pun dibutuhkan. Sinergi layanan langsung dan digital ini memberi pilihan beragam bagi masyarakat.
