“Orang tua mengakui anaknya lalai. Karena anak ini kan sedang belajar. Menggelar event besar itu memang proses yang tidak mudah. Jadi kelalaian sudah diakui dan orang tua memenuhi tanggung jawabnya,” kata Erlin.
Total tunggakan yang akhirnya ditutup orang tua ketua OSIS mencapai Rp19 juta untuk sewa panggung serta Rp577 ribu untuk banner acara.
Smala Zone dikenal sebagai salah satu event paling bergengsi yang digelar OSIS SMAN 5 Purwokerto. Tahun ini, anggarannya mencapai lebih dari Rp100 juta, dengan sumber dana dari iuran siswa, sponsor, serta donatur.
Dana besar itu salah satunya digunakan untuk menghadirkan guest star, penyanyi Riswan Fadhilah.
“Dana berasal dari iuran siswa yang sifatnya sukarela, ditambah sponsorship dan donatur. Jadi bukan memaksa, tapi ada kesepakatan menabung untuk acara,” ujar Erlin.
Meski masalah sudah diselesaikan, kasus ini meninggalkan catatan penting soal pengelolaan dana kegiatan sekolah. Sekolah menegaskan akan memperketat mekanisme keuangan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.(Vinolla)
