Selain berkaca dari perjalanan orang tuanya, Rifai juga sering mendapatkan cerita dari kerabatnya yang sering mengakses layanan kesehatan bahwa selama menggunakan manfaat kepesertaan JKN, mereka merasa puas dan tidak perlu menyisihkan uang untuk pembiayaannya, cukup memastikan status peserta aktif dan menunjukan identitas menggunakan kartu tanda penduduk, lalu mengikuti alur pelayanan sampai dengan selesai.
“Kalau saya sendiri memang masih baru mau mencoba saat nanti kepesertaan aktif, mendengar cerita dari keluarga semuanya belum ada yang menyesal jadi peserta BPJS Kesehatan. Awalnya tidak mau buru-buru daftar karena belum sakit, tapi kalau dipikir lagi ternyata bukan iuran kami sendiri yang menanggung biaya pengobatan, namun ada andil dari orang lain yang sudah jadi peserta, mau itu sehat ataupun sakit. Menurut saya kalau mau lihat prinsip gotong royong masyarakat Indonesia, ya salah satunya lewat program ini,” imbuhnya.
Bagi Rifai, salah satu keunggulan Program JKN yang paling menonjol adalah kepastian biaya pengobatan yang bisa ditanggung, dengan iuran yang relatif terjangkau, masyarakat mendapatkan rasa aman karena tidak perlu kahawatir mengeluarkan biaya besar ketika harus berobat. Selain membahas manfaat layanan kesehatan, dirinya juga menyebut pelayanan Kantor Cabang BPJS Kesehatan juga sangat memuaskan, selain prosesnya yang teratur dan cepat, petugas pelayan juga memberikan edukasi sesuai kebutuhannya.
