Istilah body neutrality mulai dipopulerkan oleh Anne Poirier, seorang konselor spesialisasi pola makan intuitif (intuitive eating) serta gangguan makan. Dalam bukunya yang berjudul The Body Joyfull, Poirier menekankan bahwa seseorang tidak perlu mencintai tubuhnya secara berlebihan (unconditionally love) atau membencinya, melainkan dapat memilih untuk merasa netral terhadapnya.
Poirier menyarankan untuk fokus pada apresiasi tubuh, mengganti pembicaraan negatif tentang tubuh dengan pernyataan netral tentang tubuh, serta fokus pada kekuatan (kualitas intrinsik) sebagai cara untuk menumbuhkan body neutrality.
Cara sederhana bisa dilakukan terkait dengan body neutrality, yaitu self talk atau berbicara kepada diri sendiri secara positif mengenai kemampuan tubuh.
“Misalnya, meski tubuh saya berbeda dengan orang kebanyakan, tapi saya sehat dan bisa beraktivitas dengan baik. Selanjutnya, bisa juga melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang menyenangkan, sehingga tubuh tidak merasa terpaksa dan bisa menikmati prosesnya dengan lebih baik”.
