Ferdyan mengungkapkan, Jambore tersebut memberi materi dan menekankan implementasi di lapangan. “Kemarin kami melaksanakan Green Action berupa kampanye dan aksi bersih-bersih lingkungan. Respon masyarakat sangat positif dan menjadi motor penggerak perubahan,” kata Ferdyan.
Diskusi di DPRD menjadi bagian dari rangkaian Jambore Generasi Hijau 2025 yang digelar di Jakarta pada 4–9 September. Melalui kegiatan itu, peserta diharapkan dapat merancang aksi nyata di sekolah, kampus, maupun komunitas untuk menjaga kelestarian lingkungan.
*Apresiasi Generasi Muda Jadi Penggerak Lingkungan*
Yuke mengapresiasi semangat dan keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan. Hal itu ia sampaikan usai menerima peserta Jambore Generasi Hijau 2025 di Ruang Rapat Komisi D.
“Anak-anak ini datang dengan inisiatif sendiri, bukan karena dimobilisasi. Mereka punya semangat yang luar biasa, bahkan sebagian berasal dari ekstrakurikuler di sekolah,” tutur dia.
Menurut Yuke, Green Generation di Jakarta berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler resmi di sekolah. Dengan begitu, siswa bisa langsung terjun mengedukasi warga di sekitar sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
