“Kami berharap sepulang dari sini, mereka bisa menjadi penggerak, minimal di lingkungannya masing-masing. Mulai dari urusan sampah, penanaman pohon, sampai kampanye kesadaran lingkungan,” imbuh dia.
Isu lingkungan, ungkap Yuke, saat ini menjadi perhatian besar generasi muda. Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta bersama dinas terkait lebih banyak melibatkan Generasi Hijau dalam program resmi. Baik melalui karang taruna maupun komunitas lain.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Jambore Generasi Hijau 2025 Ferdyan Alifyandi Santoso menjelaskan alasan memilih DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi D, sebagai lokasi kunjungan.
“Isu lingkungan adalah konsen utama kami, dan komisi yang relevan adalah Komisi D. Karena itu, kami datang untuk belajar sekaligus berdiskusi,” kata Ferdyan.
Ia menegaskan, kunjungan tersebut sebagai langkah awal membangun kolaborasi konkret. “Harapan kami ke depan, ada aksi nyata yang bisa diimplementasikan di daerah masing-masing,” pungkas Ferdyan. (Irm )
