Untuk itu, sejumlah tenan yang sewanya berbeda-beda berada di area Bandara Halim Perdana Kusuma merasa keberatan dengan adanya sewa per bulan yang mencapai puluhan juta rupiah.
“Belum lagi pengusaha tenan harus membeli bahan baku makanan-minuman, operasional, listrik hingga gaji karyawan. Pemasukan tak menutup untuk bayar sewa. Jadi kami mohon pengertiannya untuk pengelola tenan. Kami ingin ada keringanan penurunan sewa, kalau terus situasi kondisi sepi seperti ini tenan bisa gulung tikar,” tandasnya.
Kendati promo sudah ditawarkan kepada para pelanggan, namun hal itu tetap tidak dapat menopang.
Terkait keluhan sejumlah tenan di bandara, mereka pun tengah bersurat kepada pengelola tenan setempat untuk meminta keringanan penurunan sewa. Karena jika tidak, lambat laun satu per satu tenan bandara setempat bakal terancam gulung tikar.
“Karena sudah ada yang tutup alias gulung tikar, seperti Warteg Bandara, Atomic Cafe, Warung Bandara, dan Circle K. Memang sewanya beda-beda tapi soal dialami para tenan sama”.
