Ada empat fokus Indonesia dalam deklarasi ini, yaitu inovasi digital untuk mendorong start-up dan UMKM pariwisata, pembiayaan dan investasi pariwisata yang adil dan berkelanjutan, konektivitas udara untuk mempermudah perjalanan lintas negara, dan penguatan resiliensi demi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Keempat poin ini sangat relevan dengan agenda pembangunan pariwisata Indonesia. Digitalisasi mendorong UMKM dan desa wisata naik kelas. Akses pembiayaan dan investasi membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang. Konektivitas udara memperkuat posisi Indonesia sebagai hub pariwisata dunia. Dan resiliensi memastikan pariwisata kita siap menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya,” kata Wamenpar Ni Luh.
Ni Luh berharap deklarasi ini akan diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan, selaras dengan prioritas nasional negara masing-masing.
“Dengan mendukung Deklarasi Mpumalanga, Indonesia menegaskan komitmen untuk berkolaborasi bersama negara-negara G20 dan mitra internasional, agar pariwisata menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang adil, ramah lingkungan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Wamenpar.
