“Menurut saya, sembuh itu bukan hanya dari obat, tapi juga dari pelayanan dan kenyamanan yang dirasa saat di fasilitas kesehatan. Kalau dilayani dengan baik, hati jadi senang, aura positif, dan semangat untuk sembuh semakin besar. Tapi memang tidak selamanya pengalaman positif yang dirasakan, ada beberapa kendala saat menggunakan aplikasi Mobile JKN. Mungkin dari sinyal handphone atau aplikasinya berat, terkadang saya sulit untuk online melalui Mobile JKN. Terlebih saya ini sudah tua, jadi kalau urusan online biasanya anak saya yang bantu. Kadang aplikasinya juga lama sekali, jadi saya suka bingung,” katanya.
Sebagai peserta yang dibayarkan pemerintah, Sartiah sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan karena telah menyelenggarakan program ini. Ia berharap, ke depan pelayanan bisa terus ditingkatkan dan kendala kecil, terutama terkait aplikasi online, dapat diperbaiki agar semakin memudahkan peserta.
“Menurut saya JKN sudah bagus sekali, harapan saya salah satunya adalah kalau ada dokter yang berhalangan hadir, mungkin bisa segera ada penggantinya. Jadi pasien tidak bingung. Tapi secara keseluruhan, saya puas sekali dengan jaminan dan layanan yang diberikan. Karena JKN itu tidak hanya sekedar jaminan kesehatan, tetapi juga penyelamat hidup. Karena saya tidak bisa membayangkan bagaimana harus menanggung biaya pemasangan ring jantung hingga kontrol setiap bulannya yang biayanya sangat besar,” tutup Sartiah. (adv/irm)
