Hanya setahun berselang, pada 6 Agustus 1964, Soekarno resmi mempersunting Yurike. Pernikahan berlangsung di rumah keluarga Yurike, ketika usianya baru 19 tahun.
Berbeda dengan istri-istri Bung Karno lainnya, Yurike memilih hidup sederhana dan jauh dari hiruk-pikuk politik maupun sorotan media. Ia lebih aktif dalam kegiatan sosial dan dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih.
Catatan sejarah menyebut masa pernikahan mereka berakhir pada 1968, meski ada pula versi yang menyatakan ikatan itu tetap bertahan hingga wafatnya Soekarno pada 21 Juni 1970. Tidak ada dokumen resmi yang menegaskan kapan tepatnya keduanya berpisah.
Meski hanya sebentar mendampingi Bung Karno, nama Yurike tetap tercatat dalam perjalanan panjang kehidupan pribadi sang proklamator. Bersama Soekarno, ia memiliki keturunan yang kini menjadi penerus keluarga besar Sanger.
Bagi keluarga, Yurike dikenal sebagai ibu, nenek, sekaligus buyut yang penuh cinta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang mengenal kisah perjalanan hidupnya.(Vinolla)
