Menurut Mensos Saifullah, jika Kementerian Sosial tidak bisa memenuhi hal tersebut, maka dia bakal hubungi lembaga donasi untuk memberikan santunan.
Misalnya, Kementerian Sosial akan menghubungi lembaga Baznas dan pemerintah daerah untuk memberikan perhatian.
“Jadi intinya setiap bagian dari korban itu kami akan berikan bantuan. Yang penting sekarang datanya bisa sampai ke kami dulu,” tukasnya.
Mensos Saifullah mengungkapkan, seperti pemberian bantuan santunan yang dilakukan untuk sejumlah anggota Polri dan warga yang menjadi korban dirawat inap dan rawat jalan pada Kamis malam, sudah melalui tahap assesmen setelah datanya masuk ke Kementerian Sosial.
Setelah diassesemen, barulah Kementerian Sosial mengunjungi, menjenguk dan melakukan dialog kepada para korban di rumah sakit maupun kediaman serta penyerahan santunan dilakukan.
“Bagi pedagang yang tempat usahanya rusak, ada kerugian lain, selama itu menjadi sesuatu yang dicukupi syaratnya maka kami akan bantu,” ujar Mensos Saifullah.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menjenguk sejumlah anggota Polri korban kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang dirawat inap, Kamis (4/9/2025) pukul 20.30 WIB.
