“Saya menghadirkan grup electone milik saya sendiri, tanpa menggunakan anggaran desa atau kecamatan. Dari awal memang tidak ada anggaran untuk hiburan,” tegasnya.
Meski begitu, Slamet menyadari bahwa tindakannya menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Ia kembali menegaskan permohonan maaf dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap.
“Saya menyesal bila tindakan saya menimbulkan keresahan. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati, baik di ruang formal maupun non-formal, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Sebelumnya, video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan Slamet asyik berjoget dengan penyanyi perempuan berbaju merah di Kantor Kecamatan Sooko viral setelah diunggah akun TikTok @FavianFavio. Aksi tersebut menuai kritik warganet yang menilai pejabat publik tidak pantas berjoget di kantor pemerintahan.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra atau Gus Barra, turut menanggapi viralnya video tersebut. Ia menekankan pentingnya pejabat publik menjaga etika dan sikap di hadapan masyarakat.
