Ia menyoroti masalah kultur yang sangat mendesak untuk diperbaiki sebab inilah yang menurutnya menjadi sumber persepsi negatif publik.
“Polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian. Sehingga enggak banyak yang perlu dirombak, karena aturan apapun yang dicari tentang Polri yang bagus itu gimana sih, sudah ada semua di UU,” terangnya.
“Kulturnya kok buruk, kesan orang kalau polisi itu memeras, membeking, yang terpenting tidak ada meritokrasi. Sehingga orang-orang baik itu susah, siapa yang ingin dapat jabatan (harus) punya kedekatan dengan pimpinan di berbagai level atau membayar,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Istana mengajak sejumlah tokoh untuk bergabung di Komite Reformasi Polri, termasuk Mahfud MD.
Menurutnya, komite ini dibentuk sebagai bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam melakukan evaluasi dan perbaikan di institusi Polri. (far)
