Tak hanya itu, Komisi VI juga mendorong Kementerian Keuangan untuk menambah alokasi sebesar Rp2,42 triliun khusus untuk Program Revitalisasi Pasar Rakyat. Usulan tersebut dinilai penting sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sejumlah anggota Komisi VI turut menegaskan pentingnya revitalisasi pasar. Anggota Komisi VI, Rizal Bawazier, menilai pasar rakyat merupakan urat nadi ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI, Nurdin Halid, menekankan perlunya penataan pasar agar lebih layak dan nyaman sebagai ruang interaksi ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan legislatif ini, Kemendag diharapkan dapat memperkuat program strategis perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.(Vinolla)
