Purbaya, yang saat itu menjabat deputi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, mengaku kaget melihat kondisi tersebut.
“Begitu 2020 saya diminta bantu, saya kaget, ‘Kenapa begini Pak (Jokowi)? Bapak bangun apa-apa mati-matian pun enggak bisa, karena mesin ekonomi kita pincang’. Hanya pemerintah yang jalan, sedangkan 90 persen berhenti atau diperlambat,” ungkapnya.
Purbaya juga mengaitkan masalah ini dengan demonstrasi besar-besaran yang terjadi beberapa waktu lalu, karena pertumbuhan uang beredar yang di level 0 persen alias tidak tumbuh.
“Real sector susah, semuanya susah, keluar tagline Indonesia gelap. Kita semua menunjuk ini gara-gara global, padahal ada kebijakan dalam negeri yang salah juga, yang utamanya mengganggu kita karena 90 persen perekonomian kita di-drive oleh domestic demand,” kata dia. (far)
