Ia menambahkan pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat untuk mengevaluasi penyajian MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
“Setelah ini akan ada tindak lanjut, termasuk evaluasi dari program MBG di Lamongan,” tegasnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes, menanggapi kasus belasan siswa SMAN 2 Lamongan yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG di Lamongan bisa lebih baik ke depannya.
“Yang penting bagi kita, ini menjadi pelajaran bersama. Supaya program MBG bisa berjalan lebih baik lagi dan memenuhi semua persyaratan yang ada,” ujarnya.
Namun, Pak Yes menekankan bahwa pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia meminta adanya kajian mendalam terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab pasti kasus ini.
“Karena tidak semua siswa mengalami keracunan. Hanya belasan orang saja, dan itu pun berasal dari kelas yang berbeda-beda. Jadi kita belum bisa langsung menyimpulkan sekarang,” jelasnya.
