Kementerian Kesehatan mencatat, setidaknya 25 pengunjuk rasa tewas, sebagian besar adalah kaum muda, dan 700 lainnya terluka sejak Senin.
Kerusuhan ini pecah setelah pemerintah melarang perusahaan media sosial karena tidak mematuhi hukum yang mewajibkan pendaftaran.
Organisasi masyarakat sipil Nepal, Freedom Forum, melaporkan kantor-kantor media seperti Public Service Broadcast (Nepal Television dan Radio Nepal), Kantipur Publications, Kantipur Television, Radio Kantipur, dan Annapurna Post dibakar. Sejumlah organisasi media lainnya juga mengalami vandalisme.
Beberapa jurnalis dilaporkan terluka dalam protes tersebut, menurut Media Action Nepal.
Militer mengonfirmasi telah menahan 27 orang yang dituduh melakukan penjarahan, pembakaran, dan vandalisme hingga Rabu.
Sebanyak 31 senjata api juga berhasil disita dari tersangka. Selain itu, 23 personel polisi dan tiga warga sipil sedang menjalani perawatan di rumah sakit militer.
Laporan media menyebutkan lebih dari 13.500 narapidana berhasil melarikan diri dari penjara di seluruh negeri selama kerusuhan. Tentara dikerahkan untuk mengendalikan situasi setelah properti publik dirusak dan para tahanan dibebaskan. (far)

