“Lima hari saya menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala sama sekali, terlebih setelah dibolehkan pulang kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeserpun, seluruh obat-obatan, fasilitas rawat inap, pemeriksaan lain-lain sudah ditanggung karena menggunakan BPJS Kesehatan. Setelah itu, saya juga disarankan kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol sekaligus melihat proses penyembuhan seminggu setelahnya, dan ternyata biayanya ditanggung juga, bersyukur banget,” imbuhnya.
Selain manfaat penjaminan biaya yang dirasakan, dirinya juga mengungkap proses pelayanan yang ditempuh juga sangat sederhana, terutama saat pendaftaran Zhita cukup menunjukan identitas kepesertaan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital pada Aplikasi Mobile JKN kepada petugas fasilitas kesehatan. Kemudian dirinya juga mendapati fitur pendaftaran pelayanan yang memungkinkan peserta untuk mengambil antrean secara online.
“Pengalaman saya itu mengajarkan banyak hal penting, karena memang rata-rata anak muda belum terlalu peduli dengan jaminan kesehatan. Saya bersyukur sekali adanya BPJS Kesehatan ini bisa meringankan beban orang tua dan membantu saya untuk bisa pulih kembali dari sakit. Harapannya kedepan program ini semakin baik dan semakin banyak orang sadar pentingnya terlindungi dari biaya pengobatan yang mahal, sukses terus BPJS Kesehatanm,” Tandas Zhita. (ahmad)
