Dengan desain fungsional modern dan edgy, koleksi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dipadukan dengan inovasi mampu bersaing di pasar global.
Sementara, CEO of TORAJAMELO, Aparna Bhatnagar Saxena mengungkapkan, TORAJAMELO melihat sendiri bagaimana para penenun tradisional, khususnya perempuan di desa masih menghadapi banyak tantangan untuk tetap bertahan.
“Bagi kami melestarikan warisan budaya bukan berarti berhenti pada tradisi, tapi bagaimana membuatnya tetap relevan di tengah dunia fesyen terus bergerak cepat. Melalui kolaborasi dengan Bell Living Lab dan dukungan dari Pendopo, kami ingin tunjukkan bahwa tenun bisa berpadu material ramah lingkungan jadi karya indah, sekaligus memberi dampak nyata bagi komunitas dan lingkungan,” ujar Saxena.
Acara peluncuran ini akan semakin lengkap dengan diskusi panel tentang inovasi dan pelestarian warisan budaya “Innovation, Relevance, and Conservation of Heritage”, serta dua workshop kreatif bagi anak-anak hingga dewasa. Para peserta dapat membuat pouch dan multi-compartment pen stand dari bahan limbah dan kain sisa.
