Hal senada disampaikan Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, Presiden Prabowo tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga membahasnya secara rinci. Salah satunya terkait pembentukan Komisi Investigasi Independen terkait Prahara Agustus.
“Presiden menyetujui pembentukan itu. Detailnya nanti akan disampaikan pihak Istana,” kata Lukman.
Selain itu, GNB juga menekankan pentingnya pembebasan aktivis, mahasiswa, dan pelajar yang masih ditahan agar tidak terputus pendidikannya. Tokoh GNB lainnya, Pdt. Gomar Gultom, menyebut dialog turut membahas reformasi kepolisian.
“Perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian disampaikan kepada Presiden, dan beliau menyambut baik dengan rencana membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian,” jelasnya.
Menag Nasaruddin Umar menambahkan, pertemuan tersebut menegaskan adanya persamaan pandangan antara Presiden Prabowo dan GNB.
“Terjadi penguatan dan persamaan pandangan antara Presiden dengan kelompok Gerakan Nurani Bangsa,” pungkasnya.
Pertemuan ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo senantiasa membuka ruang dialog dengan berbagai komponen bangsa sebagai komitmen terhadap demokrasi yang sehat.
