Seperti halnya dua maskapai penerbangan Batik Air dan Citilink yang biasanya ada sekitar 10 pesawat masing-masing maskapai, mengurangi jadwal penerbangannya di Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Yang diketahui Maskapai Citilink ada 15 penerbangan, dan Batik Air 6 penerbangan jadi mengurangi rutenya disini, ya mungkin bisa dikatakan mencapai 50 persen penerbangan disini pindah/beralih ke Soetta,” keluh Mawar.
Namun, diutarakan perempuan itu, sejak tahun lalu juga sudah terasa tenant sempat mengalami sepi pengunjung. Hal itu bisa dilihat dari kosongnya bangku-bangku meja di bagian depan tenant resto, sehingga karyawati harus menjaring untuk mendapat pelanggan di bagian depan tenant.
Kepada pelanggan atau penumpang baru turun maskapai, baik di ruang kedatangan, mereka harus berjibaku menawarkan masakan nusantara seperti pada tenantnya menyuguhkan soto betawi, garang asam, rawon penyetan, sop iga dan sop buntut serta sejumlah minuman segar.
“Jadi sangat berdampak pada resto. Terlebih sempat ada demonstrasi. Ini sudah 3 bulan paling terasa menurunnya pemasukan. Sebetulnya dari awal tahun sudah terasa penurunannya,” ujarnya. (Joesvicar Iqbal)
