Menpora mendengarkan setiap aspirasi tersebut dengan seksama seraya menggali sumber permasalahan yang dialami pengurus cabor dan KONI di daerah. Diskusi pun terjalin di antara Menpora Dito yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono dengan perwakilan peserta Rakernas yang maju ke depan.
“Ayo sampaikan yang sopan, yang benar. Biar kita enak diskusinya. Kita demokrasi di sini,” sebut Menpora.
Berikutnya, Menpora Dito menjawab dan mengurai setiap keluhan yang disampaikan. Menurut Menpora, permasalahan yang dihadapi pengurus cabor dan KONI di daerah salah satunya dikarenakan adanya miskomunikasi perihal materi Permenpora, serta berkaitan dengan hubungan kolaborasi KONI dengan dinas keolahragaan di daerah.
Terkait keluhan tidak adanya sosialisasi Permenpora misalnya, Menpora Dito menyatakan sejatinya Kemenpora telah berkali-kali mendorong bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bisa dilakukan sosialisasi di daerah-daerah.
“Ini juga suatu isu yang harus kita pecahkan. Kita identifikasi bagaimana hubungan KONI-KONI daerah di dengan pemerintah di tingkat daerahnya masing-masing. karena menurut saya ini penting,” ucap Menpora.
