Menang meyakinkan 6-3 di set pertama, permainan ganda andalan tuan rumah ini terlihat menurun akibat terpengaruh dengann gaya dan pola permainan lawannya yang menerapkan strategi permainan lambat dan bertahan, untuk mengurangi agresifitas dari Rifqi serta mencoba menguras stamina dari Christo.
Namun kepiawaian dalam merespon taktik oleh ganda tuan rumah terhadap perubahan yang dilakukan oleh Joao Graca/Diogo Moraes, meskipun dengan susah payah mampu direspon dan diatasi oleh Christoper Rungkat dan Rifqi Fitriadi untuk menyudahi laga set kedua dengan 7-6 tiebreak 7.
Menanggapi keberhasilannya lolos ke final di turnamen ITF World Tennis Tour Bali ini, baik Christoper Rungkat maupun Rifqi Fitriadi saling memuji permainan pasangannya dimana *Christo merasakan nyamann dalam mengeksekusi pengembalian bola lawan lewat pukulan voli yang mematikan, setelah groundstroke reli-reli panjang dari “Tole” berhasil membuat lawannya tertekan.
Di sisi lainnya Muhamad Rifqi Fitriadi mengungkapkan bahwa *Dirinya berani beradu groundstroke dengan Joao Graca maupun Diogo Moraes karena Christo terus memberikan motivasi dan kepercayaan penuh kepadanya.
