IPOL.ID-Dua tahun terakhir Indonesia kerap mengimpor beras dalam meningkatkan cadangan pemerintah.
Memasuki Agustus 2025, Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bakal memberhentikan kebiasaan tersebut.
Hal itu dikarenakan stok beras yang dimiliki saat ini kurang lebih 4 juta ton atau lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 2 juta ton.
“Kenaikan 4 juta ton ini membuat tambahan pendapatan petani juga naik Rp 60 triliun. Kita syukuri ini, di bawah gagasan Pak Presiden, dengan menyederhanakan regulasi, sarana produksi ditambah, mempermudah pengadaan pupuk dan lain-lain juga berkontribusi pada produksi,” ujarnya.
Amran mengatakan, kenaikan stok itu juga membuat nilai tukar petani (NTP) pada tahun ini naik tinggi. Sehingga hal itu patut disyukuri karena dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“NTP (Nilai Tukar Petani) kesejahteraan petani naik 123 persen. Indikator ini harus kita syukuri. Toh ada naik turun, pemerintah tetap bertanggung jawab untuk stabilkan harganya,” katanya.
