Banyak yang menduga kegiatan tersebut dilakukan di luar rangkaian resmi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Senior dinilai membuat acara tambahan sendiri yang akhirnya berubah menjadi ajang perpeloncoan.
Menanggapi polemik ini, pihak Universitas Sriwijaya langsung mengeluarkan klarifikasi resmi. Unsri menegaskan bahwa aksi dalam video viral itu bukan bagian dari kegiatan PKKMB resmi kampus.
“Segala bentuk kekerasan maupun pelecehan tidak dapat ditoleransi di lingkungan Unsri. Tindakan tersebut jelas melanggar aturan dan mencoreng nama baik universitas,” tegas pihak rektorat dalam pernyataannya.
Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA), yang diduga menjadi penyelenggara kegiatan, telah dipanggil pihak kampus untuk dimintai keterangan. Unsri juga mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara aktivitas himpunan tersebut sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
“Kampus tidak akan tinggal diam. Proses investigasi sedang berjalan, dan sanksi akan diberikan kepada pihak yang terbukti bersalah,” tambah pihak universitas.
