Namun, sejumlah masalah kerap muncul. Sebelumnya sempat terjadi kasus keracunan massal di Bandung dan daerah lain yang membuat ribuan siswa sakit setelah menyantap paket MBG. Forum konsumen bahkan mendesak pemerintah melakukan moratorium sementara hingga standar keamanan pangan benar-benar terjamin.
Selain soal kualitas, program ini juga mendapat kritik terkait pengawasan dapur penyedia, dugaan penggunaan food tray impor yang tidak higienis, hingga dampak lingkungan akibat meningkatnya sampah kemasan sekali pakai.
Kasus di SMPN 5 Rembang menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan penyedia jasa MBG. Jika pengawasan tidak diperketat, insiden makanan basi atau tidak layak konsumsi dikhawatirkan akan terus terjadi di sekolah-sekolah lain.
Program MBG diharapkan memberi gizi sehat bagi anak-anak sekolah, namun kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Tanpa itu, tujuan mulia program bisa berubah menjadi ancaman kesehatan bagi generasi muda. (Vinolla)
