Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi area bekas gedung kini sudah lapang. Tak ada lagi tumpukan beton maupun reruntuhan besar. Hanya tersisa pecahan kecil, bilah besi konstruksi yang masih tertancap di tanah, serta dua ekskavator dan satu crane yang masih terparkir.
Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas secara resmi mengakhiri tugasnya di sektor pencarian dan pertolongan. Namun, penanganan pascakejadian akan tetap diteruskan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah.
“Apa yang kita tutup hari ini adalah koridor pencarian dan pertolongan. Selanjutnya, BNPB akan melanjutkan supervisi dan langkah penanganan lanjutan,” jelas Syafii.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim gabungan mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga jurnalis yang telah bekerja sama di lapangan selama sembilan hari penuh.
“Kerja keras seluruh tim merupakan bentuk pengabdian sekaligus amal ibadah. Semoga apa yang dilakukan menjadi ladang pahala,” tuturnya.
Basarnas mencatat, hingga akhir pencarian, total korban dalam tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny mencapai 171 orang. Dari jumlah tersebut, 104 dinyatakan selamat, sementara 67 meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh (body part) yang berhasil ditemukan. (Vinolla)
