Sementara itu, Ketua Umum INAPLAS, Suhendra Wiriadinata, menekankan pentingnya inovasi material dan daur ulang plastik untuk menjawab tantangan lingkungan global.
“Kami ingin menunjukkan bahwa industri plastik Indonesia terus bertransformasi menuju circular economy. Lewat pameran ini, kita bisa melihat teknologi daur ulang terbaru yang dapat diterapkan di tingkat industri,” ujarnya.
Kesuksesan ALLPACK INDONESIA 2025 tak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta lebih dari 20 asosiasi nasional dan internasional.
Beberapa di antaranya meliputi GAPMMI, INAPLAS, IPR, GP Farmasi Indonesia, ARPI, AIKKI, APKKI, AP5I, ASRIM, dan FOOMA Jepang, yang aktif memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri kemasan dan manufaktur yang berdaya saing global.
“Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi adalah kunci untuk menciptakan industri yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor,” tambah Daud.
