Sebabnya, kontribusi sektor UMKM telah melampaui 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap mayoritas tenaga kerja di Indonesia. Namun, proporsi UMKM yang menembus pasar ekspor masih punya potensi yang besar. (Diangkat dalam RUPSLB 2025 dan efektif setelah mendapat persetujuan OJK)
Untuk itu, bank berkode emiten BMRI ini terus mendorong akselerasi peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai inisiatif, termasuk pendampingan menyeluruh lewat Rumah BUMN, Rumah Ekspor, dan pemanfaatan platform digital yang didesain khusus untuk pelaku usaha, Kopra by Mandiri.
“Sebagai lembaga keuangan nasional dan mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri hadir untuk mempertegas peran sebagai pendorong percepatan ekspor nasional,” ujar Henry di Tangerang, Rabu (15/10/2025).
Tidak hanya itu, hingga pertengahan 2025, terdapat 23 Rumah BUMN kelolaan Bank Mandiri yang secara aktif membina lebih dari 15.000 UMKM di seluruh Indonesia. Program pembinaan tersebut meliputi lebih dari 1.500 pelatihan yang berfokus pada literasi digital, pengelolaan keuangan, strategi ekspor, dan penguatan daya saing produk.
