Lebih lanjut, Banu juga menceritakan bahwa proses administrasi selama perawatan pun sangat mudah berkat sistem digitalisasi yang sudah diterapkan. Kemudahan tersebut, menurutnya merupakan bukti nyata bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta.
“Kebetulan saat itu saya sedang di tempat tidur, jadi administrasi diurus oleh istri saya. Istri saya memberitahu bahwa tidak diperlukan lagi fotokopi dokumen apa pun, cukup menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja karena semua sudah terintegrasi, sekarang semuanya serba cepat dan praktis. Ini sangat membantu, terutama untuk peserta yang sedang sakit dan tidak bisa banyak bergerak,” tambahnya.
Banu pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPJS Kesehatan atas manfaat besar yang telah ia rasakan. Ia menilai bahwa program JKN merupakan bentuk nyata dari gotong royong masyarakat Indonesia dalam menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan menyeluruh.
“Buat saya ini sangat berguna, jadi saya sangat merekomendasikan kepada masyarakat luas untuk menjadi peserta JKN. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, jadi lebih baik sudah terlindungi sejak dini,” pesannya.
