Sayangnya, beberapa jam setelah pulang, kondisi sang adik mendadak drop dan nyawanya tak tertolong saat hendak dibawa ke rumah sakit.
“Tubuhnya sudah lemas, banyak bagian yang bengkak karena racun sengatan,” kata Rajab.
Peristiwa ini membuat warga setempat waspada. Banyak yang mulai memeriksa pekarangan dan atap rumah, khawatir ada sarang tawon serupa.
Petugas relawan kesehatan dan warga kini berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan penyisiran dan pemusnahan sarang tawon di sekitar permukiman.
“Ini jadi pengingat untuk kita semua, terutama orang tua, agar lebih memperhatikan lingkungan tempat anak bermain,” ujar Rajab. (Vinolla)
