Para ahli kesehatan menjelaskan, jika aliran oksigen terhenti lebih dari empat menit, sel-sel otak mulai mati dan dapat menimbulkan cedera permanen atau kematian otak. Anak-anak yang berhasil diselamatkan pun tetap berisiko mengalami cedera otak jangka panjang akibat kekurangan oksigen.
Karena itu, kewaspadaan orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah tragedi serupa. Orang tua perlu mengenali tanda-tanda tersedak dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar.
Berikut langkah penanganan tersedak:
Jika tersedak parah (anak atau dewasa):
1. Tepuk punggung korban 5 kali di antara tulang belikat.
2. Lakukan manuver Heimlich sebanyak 5 kali untuk membantu mendorong benda keluar dari saluran napas.
Jika tersedak pada bayi:
1. Posisikan bayi tengkurap di lengan dengan kepala lebih rendah dari tubuh.
2. Tahan kepalanya dengan lembut, lalu tepuk punggungnya 5 kali di antara tulang belikat.
3. Jika tidak berhasil, segera hubungi ambulans atau bawa ke unit gawat darurat terdekat.
Jika kondisi tersedak masih ringan, biarkan korban batuk sendiri karena batuk merupakan cara alami tubuh mengeluarkan benda asing dari tenggorokan. Namun, tetap pantau kondisi korban dan hubungi layanan darurat bila situasi memburuk.
