Hingga sekitar pukul 13.22 WIB, unjuk rasa masih berlangsung. Para sopir dan pemilik angkot menuntut Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, untuk turun langsung menemui mereka.
Aksi protes ini dipicu oleh kebijakan pembatasan usia operasional angkot yang dinilai memberatkan para pelaku transportasi konvensional. Mereka menilai aturan tersebut dapat mengancam mata pencaharian ribuan sopir dan pemilik kendaraan.
Sejak pagi, ratusan peserta aksi telah berjalan kaki menuju Balai Kota Bogor di Jalan Juanda, Bogor Tengah, sambil membawa spanduk dan berorasi di depan gerbang kantor wali kota.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan di pusat kota. Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan mengular dari Tugu Kujang di Jalan Otista hingga ke depan Balai Kota, serta di Jalan Kapten Muslihat menuju simpang Jalan Juanda.
Hingga siang hari, aparat keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan dan menjaga situasi tetap kondusif di sekitar Balai Kota Bogor.(Vinolla)

