Ia menjelaskan, aksi AMP-Gorut awalnya fokus menyuarakan isu-isu serius di daerah, termasuk dugaan praktik calo dalam perekrutan tenaga PPPK paruh waktu, pelanggaran pembayaran upah di bawah UMR, serta tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh sejumlah perusahaan di Gorontalo Utara.
Namun, perhatian publik justru teralihkan akibat gestur Dheninda yang dinilai merendahkan peserta aksi.
“Harusnya mereka mendengar, bukan mencibir. Rakyat datang bukan untuk dijadikan bahan lelucon,” tegasnya.
AMP-Gorut pun mendesak Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo Rahmat Gobel untuk turun tangan menindak kadernya. “Jika dibiarkan, perilaku seperti ini bisa merusak citra partai dan mencederai kehormatan rakyat,” tambah Andi.
Menanggapi polemik tersebut, Dheninda Chaerunnisa akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membantah tudingan bahwa dirinya mencibir atau menertawakan demonstran. Menurutnya, gestur yang viral itu merupakan kesalahpahaman.
“Tidak ada niat sama sekali untuk mengejek demonstran. Gerakan bibir itu salah tafsir, karena saat itu saya sedang berkomunikasi dengan salah satu karyawan orang tua saya yang juga berada di lokasi,” ujar Dheninda, Selasa (14/10/2025).
