Dheninda mengaku kaget ketika video tersebut tersebar dan dipelintir dengan makna berbeda. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo Utara. “Saya mohon maaf kepada semuanya. Tapi saya tegaskan, tidak ada maksud mencibir massa aksi, ini hanya salah paham,” tuturnya.
Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap saat menghadiri kegiatan publik. “Ke depan saya pasti akan perbaiki. Kalau ada demo lagi, saya akan berekspresi datar saja supaya tidak dipelintir-pelintir lagi,” kata Dheninda.
Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti insiden tersebut melalui mekanisme lembaga, termasuk Badan Kehormatan DPRD jika ditemukan pelanggaran etik. “Kami akan pelajari dulu kronologinya. Kalau terbukti ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan,” kata Dedy.
Sementara itu, sejumlah kader Partai NasDem di tingkat daerah mendorong agar Dheninda diberikan pembinaan internal sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik. Hingga berita ini ditulis, pihak DPW NasDem Gorontalo belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan AMP-Gorut.
