“Yang tiga ini sudah bisa ikhlas. Hanya perlu motivasi, tidak perlu obat-obatan. Tetapi nanti ketika bertemu langsung dengan jenazah, itu bisa menjadi tahap berikutnya,” jelasnya.
Dinsos Jatim menurunkan pekerja sosial, relawan Jatim Social Care, serta psikolog klinis dari Rumah Sakit Menur dalam pelaksanaan trauma healing. Selain itu, Dinsos juga bekerja sama dengan komunitas terapis untuk membantu menurunkan tingkat stres keluarga korban.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memberikan dukungan emosional, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar keluarga korban tetap terpenuhi selama masa duka.
“Asupan juga penting. Ada minuman hangat, makanan ringan, karena ada yang tidak bisa makan nasi akibat terlalu sedih,” tutur Restu.
Upaya trauma healing ini menjadi bagian dari respons cepat Dinsos Jawa Timur dalam menangani dampak sosial dan psikologis akibat musibah yang menimpa warga. Pemerintah daerah berharap pendampingan ini dapat membantu keluarga korban melewati masa sulit dengan lebih kuat dan tenang.(Vinolla)

