Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada petugas SPBU, tim pemadam kebakaran, serta aparat setempat yang bergerak cepat sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak menyebar lebih luas.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin, mengungkapkan bahwa sumber api diduga berasal dari percikan dinamo pengisian BBM pada mobil tangki saat proses pemindahan bahan bakar ke tangki SPBU.
“Peristiwa tersebut bermula ketika mobil pengisian BBM mengalami percikan api dari dinamo pengisian ketika sedang melakukan loading BBM dari tangki mobil ke tangki SPBU,” jelas Syarifudin.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Pertamina saat ini bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kebakaran serta memastikan langkah-langkah keselamatan di seluruh jaringan SPBU tetap terjaga.(Vinolla)
