Menurutnya, insiden tersebut telah diselesaikan secara damai setelah kedua pihak sekolah dan orang tua siswa dipertemukan oleh Polres Bangkalan.
Kedua siswa yang masing-masing berinisial MS (SMKN 2 Bangkalan) dan RA (SMKN 3 Bangkalan) sepakat untuk saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Kami sebagai orang tua, guru, dan pihak sekolah menyadari kesalahan yang dilakukan anak didik kami. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyebut duel tersebut berawal dari kesalahpahaman yang bermula di media sosial.
“Dari hasil klarifikasi, kejadian berawal dari saling ejek di media sosial. Akhirnya keduanya sepakat bertemu dan terjadilah perkelahian tersebut,” kata Agung.
Ia menegaskan, kasus tersebut kini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua siswa telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan serupa.
“Kasusnya sudah selesai secara damai. Kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan,” tegas Agung. (Vinolla)
