“Kami baru tahu setelah di rumah. Luka besar di kiri keluar darah, kanan cairan hitam, dan ada bekas operasi di dekat kemaluan. Kami sangat kaget,” tutur anggota keluarga dengan nada sedih.
Tiga hari kemudian, kondisi korban terus menurun dan akhirnya meninggal dunia. Saat jenazah dimandikan, keluarga menemukan kain kasa tersisa di dalam luka operasi. Temuan itu membuat warga geger dan memicu kemarahan di media sosial.
Nampak video yang diunggah oleh akun Instagram @kabarnegri.com kondisi jenazah Mursiiti berdurasi satu menit menunjukkan luka perut bawah dengan kain kasa sepanjang sekitar 50 sentimeter yang ditarik keluar oleh warga. Video ini dengan cepat viral dan menimbulkan gelombang protes dari masyarakat.
“Kami tidak menuntut lebih, hanya ingin keadilan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujar keluarga korban.
Kepala Desa Sumberurip, H. Jajang Suja’i, mengatakan pihaknya telah mendampingi keluarga korban untuk meminta klarifikasi ke RS Hastin Karawang.
“Pihak rumah sakit bilang kain kasa itu bagian dari SOP, bukan kelalaian. Tapi keluarga belum puas dan ingin penjelasan tertulis,” ujar Jajang.

