Sementara itu, pelatih TNI AU Electric, Sukirno, secara jantan mengakui keunggulan konsistensi dan mentalitas tim lawan. Ia menyoroti dua masalah utama yang membuat timnya gagal di partai puncak.
”Kami harus mengakui bahwa LavAni bermain sangat solid dan stabil. Masalah utama kami terlihat jelas, yaitu penerimaan bola pertama (receive) yang goyah, terutama saat LavAni melakukan tekanan dari servis,” jelas Sukirno.
Lebih lanjut, Sukirno menekankan masalah mental para pemainnya di poin-poin krusial. “Kami sempat punya peluang di set pertama dan kedua, tapi anak-anak terlihat terbebani dan kalah pengalaman di momen penentu. Ini menjadi pelajaran besar bagi kami,” tukasnya.
Gelar juara LavAni Navy selain mendapat piala dan medali, juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 125 juta. Sedangkan TNI AU menerima piala dan hadiah uang pembinaan Rp 75 juta.
Sementara itu, untuk peringkat ketiga ditempati Indomaret setelah menaklukkan Perumda Tirta Bhagasasi 3-1 (23-25, 25-13, 25-16, 26-24). Pertandingan yang sempat tertunda kurang lebih satu jam, karena atap GOR Ki Mageti bocor, menjadi penutup manis bagi skuad Indomaret.
